Batam (Per Aspera ad Astra)

Salam Lestari,

Sengaja saya berikan judul ‘Batam (Per Aspera et Astra)’ pada tulisan ini, ada dua hal yang menarik yang pertama adalah kata ‘Batam’ siapa yang tidak kenal Batam, pulau ‘sulapan’ ini masih menjadi surga investasi bagi banyak perusahaan asing, masih menjadi tumpuan harapan bagi ribuan pencari kerja, dan masih menjadi tujuan wisata yang diperhitungkan di Asia. Batam mulai ‘disulap’ menjadi kota metropolis saat tantangan untuk menjawab kebutuhan lahan investasi bagi negera-negara maju. kebutuhan tenaga buruh yang mudah dan murah menjadikan daerah ini sebagai surga bagi outsourcing (agen pencari tenaga kerja), nama batam masih ‘menjual’ untuk di iklankan di luar pulau ini, masih menggiurkan dan mungkin dimimpikan, tapi sesungguhnya ada apa di Batam, di pulau yang terus menggeliat ini.

Batam sangat memiliki potensi ‘tentram’ posisinya sebagai pulau sangat tidak mudah untuk dieksploitasi oleh demonstrasi buruh. tidak ada kampus-kampus besar yang dapat menabuh genderang perang saat ada kebijakan yang tidak adil untuk kaum pekerja, sangat aman untuk investor, menyediakan jalur ‘kabur’ yang sangat mudah untuk pergi ke luar negeri bagi investor yang gagal di pulau ini.

Batam juga didominasi oleh kaum muda, hampir 70% pekerja di batam adalah karyawan kontrak yang usianya diawah 30tahun, kebanyakan perusahaan mengikat kontrak karyawan selama 2 tahun, sangat pandai ide ini, ini untuk meredam gejolak buruh, karena rata-rata gerakan buruh di negara-negara bekembang matang setelah terkonsep selama bertahun-tahun. dibatam itu akan sulit terwujud karena sebelum berkembang akan di ‘cut’ dari perusahaan.

bahkan banyak perusahaan di batam yang ‘mendiskreditkan’ federasi sarikat pekerja, semua karyawan yang ikut andil didalmnya dijamin tidak akan betah…dan akhirnya tersingkir.

Untuk kawan-kawan yang baru akan berencana ke batam, sebagai saran perhatikan dengan detil informasi tentang batam, perusahaan yang akan dituju, kontrak kerja dan juga peraturan ketenaga kerjaan yang berlaku. jangan sampai akhirnya terjebak, banyak outsourcing yang meminta ijazah sebagai jaminan. jika kawan-kawan merasa keberatan silahkan menolak. jangan lupa juga pelajari kultur dan biaya hidup dibatam, kawan-kawan yang terbiasa di jogja misalnya bisa hidup santai dengan hanya 1.5juta, tapi dibatam mungkin berbeda. pelajari dengan teliti juga perusahaan tempat tujuan bekerja, cari referensi sebanyak mungkin ini baik di internet maupun mantan ‘alumni’ perusahaan itu untuk meyakinkan bahwa anda dapat bekerja dengan baik dan bersungguh-sunguh pada perusahaan itu nantinya.

Sangat menyenangkan jika anda merasa bekerja dirumah sendiri dan dibidang yang anda cintai, silahkan mengeksplorasi diri dan mengembangkan diri.

dan yang kedua adalah per aspera et astra, sebuah ungkapan dan juga simbol semangat yang mengartikan dari suri-duri menjadi bintang-bintang dapat menjadi inspirasi dan semangat bagi siapa saja yang baru di pulau ini.

Batam tidak hanya butuh kerja keras tapi juga semangat, sebagai informasi, sudah sangat banyak rekan-rekan kita yang memilih kabur dari batam sebelum menyelesaikan kontrak, karena impiannya tentang batam ternyata berbeda. saran saya, kuatkan semangat anda sampai akhir, itu akan menandakan anda orang yang berkomitmen. bukankah menjadi suatu tantangan saat kita menemui hal-hal baru, bahkan yang cenderung tidak menyenangkan sekalipun…hitung-hitung ini adalah pengalaman hidup….

Buat orang-orang yang jauh dari rumah dan masih tetap berjuang dibatam dengan ikhlas, salut untuk anda….

Salam

Advertisements

4 responses to “Batam (Per Aspera ad Astra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s